Rabu, 07 Januari 2009

Damai di Palestina & Peran Yahudi

Bismillahirrohman nirrohim,

Menulis cerita Palestina, ibarat menulis sejarah peradaban & kebudayaan manusia sepanjang masa, sehingga diperlukan manusia dengan kapasitas & integritas yang tinggi untuk bisa objectif memandang sebuah cerita tentang Palestina.

Saat ini kondisi objectif menunjukan bahwa cerita Damai di Palestina, merupakan "mimpi" ketimbang menjadi "cita-cita", karena kita semua tahu, apa yang terjadi disana saat ini. Pertanyaan nya, kenapa begitu Penting nya sebuah Palestine untuk di ceritakan ...?? karena disanalah letak awal mula sebuah sejarah awal spiritualitas manusia, bermula dengan perjalanan Nabi Ibrahim AS dalam proses "mencari Tuhan" nya, hingga sampai saat ini, Wajarlah dan sangat tepat lah pada akhirnya ajaran Islam mengajarkan dan mendo'a kan Nabi Ibrahim 17 kali dalam sehari dalam setiap sholat kita.

Ya Allah, seandainya ummat Yahudi sadar, bahwa kita selalu mendo'akan Bapak nya Nabi Ishak, Bapak nya Nabi Ayyub, Bapak nya Nabi Sulaeman (Solomon), dan Bapak nya Nabi Daud (David), dan Bapak nya Nabi Isa As, rasa nya tak pantas mereka, dengan segala filosofi yang mendasari nya, untuk tega membunuh, atas nama apapun. Sama hal nya kita mengutuk teroris untuk ummat manapun.

Atau kah alam bawah sadar kolektif ummat manusia sudah kembali ke asal muasal kejadian, dimana dikotomi sel telur Sarah dan Siti hajar, memang sulit untuk di damai kan...???, layaknya kita harus rela bertempur walaupun kita satu Bapak (Ibrahim As)...?? Rasa-rasa nya kejadian masa lalu, saya rasa sudah cukup untuk menjadi cerita pahit, manakala Siti hajar rela dan ikhlas, untuk keluar dari Palestina, sebuah lembah yang subur dan makmur, menuju sebuah padang sahara tandus di Mekkah...untuk sebuah kedamaian, untuk sebuah persatuan, untuk sebuah ke Ikhlasan, untuk sebuah Nama.. Ibrahim As.

Lalu, dimana letak Tuhan Yang Maha Esa harus kita tempatkan, manakala kita hanya terpaku pada makna sebuah tempat suci.. Apakah itu bernama Yerussalem, Kuil Sulaeman, Batu Maryam, dan Ka'bah di Mekkah, dan kita rela mengorbankan nyawa manusia untuk tujuan itu.

Wahai kaum yahudi, anda memang memiliki sejarah panjang tentang sebuah peradaban dan kebudayaan yang besar di Dunia ini, seperti layak nya kerajaan Nabi Sulaeman dengan tentara Jin nya, namun semua itu tak ada artinya dimata Tuhan, manakala akhir hayat kehidupan kita akan kembali nanti kepada Nya...

Itulah kenapa, Nabi Besar kita mengajarkan tentang Dunia dan isi nya, ibarat bangkai anak keledai yang cacat telinga nya.... agar kita bisa menjadi wakil Tuhan di muka bumi ini. Pantaslah Nabi Besar kita mengajarkan untuk "menerima caci-maki seorang Yahudi yang buta mata nya" sambil terus dengan ichlas dan penuh kasih sayang tetap memberi makan, dengan tangannya sendiri...sampai akhir hayat nya. Sampai Yahudi yang buta itu sadar betul, bahwa orang yang di caci maki sampai akhir hayat nya, adalah orang yang terus menerus memberi makan kepada nya.

Seharusnya kita cemburu, kenapa Tuhan hanya memberikan tiket syurga kepada Rakyat Palestina yang terjajah Israel, seharusnya kita cemburu kepada Rakyat Afghanistan yang terjajah, seharusnya kita cemburu kenapa Tuhan hanya memberi tiket ke Syurga kepada Rakyat yang terjajah di Irak...

Kebencian dan peperangan tak akan pernah berakhir dengan Damai. Hanya kasih sayang yang akan menumbuhkan ke damai an. Islam mengajarkan Damai, namun Islam juga mengajarkan tentang Keadilan. Saran saya untuk seluruh Ummat Yahudi, semakin anda memerangi kami, yang tertindak di negri kami sendiri, maka itu artinya anda menyerahkan ticket syurga dari Tuhan, untuk dengan gembira kami ambil......

Salam,
Rois M

Senin, 22 Desember 2008

Mimpi Baru, di akhir 2008

Bismillahirrohman nirrohim,

Ada saat saat dimana, situasi nya begitu romantis dalam kehidupan Ruhani (khususnya saya secara pribadi), dan saat itu adalah situasi dimana irama shubuh menggema, setelah melakukan qiyamul lail, dan berjalan menyusuri lorong kecil untuk pergi berjamaah sholat shubuh di masjid. Sebuah suasana romantis secara ruhani yang sangat sulit untuk digambarkan.

Manakala menyusuri lorong kecil, untuk pergi ke mushola di subuh ini, saya mendapatkan sebuah "ide dan keinginan baru", yaitu berharap agar saat kematian saya , alangkah indahnya bila terjadi di saat sedang melakukan sholat subuh. Disaat kita sedang beranjak untuk berkomunikasi dengan romantisme spirit yang kami miliki.

Saya tidak tahu, apakah ini awal atau akhir dalam periode pendek perjalanan hidup saya, namun semua bagi saya tidak begitu penting, sebab awal dan akhir pada hakekatnya adalah sebuah garis lurus yang sangat pendek, yang bermuara pada sebuah "keinginan & impian kuat" yang harus kita tanamkan kedalam diri kita sendiri, dan berujung pada keridho'an Nya, Sang Maha Kuasa segala sesuatu.

Mimpi tersebut buakanlah suatu yang mudah untuk bisa terjadi, manakala frequensi kehidupan hari-hari yang kita lalui belum sejalan dengan frequensi yang ditetapkan Nya, seperti contoh dimana terkadang kita sendiri saja "belum bisa diterima oleh alam semesta" untuk bisa hadir dalam keheningan malam Nya, sebuah usaha,doa & keinginan kuat untuk sebuah "kondisi" yang bisa dibilang langka & indah.

Mimpi adalah alat perspektif pertama, dimana kita tidak hanya bisa mencoba "memandang" sebuah sasaran & tujuan dari sebuah perjalanan pendek kehidupan kita, namun mimpi bisa menjadi sebuah alat obsesi & motivasi, agar perjalanan tersebut, tidak terasa melelahkan, bahkan mungkin menyenangkan & sangat romantis. Alhamdulillah, mimpi di akhir 2008 merupakan mimpi awal dan mimpi akhir yang memang sangat indah untuk terjadi, Insya Allah.

Senin, 08 Desember 2008

Hari Raya Qurban 1429 H

Bismillahirrohman nirrohim,

Kemarin kita semua baru saja melewati Iedul Adha 1429H, yang lebih dikenal dengan Hari Raya Qurban, banyak sudah para alim ulama yang menjelaskan tentang hakikat & makna Qurban didalam kehidupan kita, dan saking banyaknya terkadang kita lupa akan kesederhanaan dalam Qurban itu sendiri.


Qurban, sering dipahami oleh umat muslim di Indonesia, dengan makna Korban, yang berkonotasi negatif, karena Korban sering di istilahkan dengan Object penderita, seperti Korban kebakaran, Korban pemerkosaan, Korban kecelakaan dsb, dengan demikian makna Qurban sering dipandang sbg hal yang negatif dan Object dari penderitaan.

Cerita Nabi Ibrahim, yg sering kita baca kan Do'a nya untuk beliau 5 X sehari dalam ibadah Sholat, layak untuk saya ceritakan disini, sebuah Ujian kepasrahan total kepada sang Khalik, sampai2 dia ridho untuk "menyembelih kekasih nya, sang anak tercinta, Ismail", bahkan ada beberapa versi cerita yang di anggap Ishak yg akan disemeblih.

Seluruh Ummat Islam di dunia saat ini memperingati sejarah Ibrahim ini, dengan berkumpul di padang arafah, mengikuti napak tilas perjalanan spiritual Bapak para Nabi, Ibrahim As (Abraham dalam istilah barat), dari sisi beliau lah lahir para Nabi-Nabi untuk Ummat Yahudi, Ummat Nashrani dan Ummat Islam sendiri. Ibrahim AS mengajarkan sebuah perjalanan spiritual yang unik menurut hemat saya, dengan berbekal pada akalnya, dia lah satu2 nya Nabi yang dengan "Berani" memohon kepada Tuhan, agar dia bisa melihat wajah Nya... sebuah "request dari Akal" yang murni disaat itu, dengan pemahaman yg sangat sederhana, dilihat kondisi & peradaban yang terjadi saat itu. Sebuah pertaruhan antara aqal & keyakinan, yang umumnya sering terjadi dalam perkembangan jaman peradaban manusia. Dari beliaulah akhirnya lahir sebuah sejarah sebuah "Perjalanan spiritual berharga sepanjang jaman" untuk ummat manusia, yang pada akhirnya bermuara pada suatu tempat dan satu kata. Mekkah & Pasrah.

Itulah puncak dari segala puncak perjalanan spiritual manusia, dimana kita sebagai manusia, menjalani sebuah proses gladiresik, yaitu Gladiresik kematian... gladiresik alam mahsyar.. sebuah gladiresik dimana kita semua akan "gemetar" untuk sekedar mendengarnya saja. Berbahagialah teman2, saudara2 saya, yang sudah diberi kesempatan didalam mengikuti perjalanan spiritual sang Bapak Para Nabi... Insya Allah menjadi haji yang mabrur... amin.

Minggu, 26 Oktober 2008

Hidup adalah menghadapi Tantangan Nya..

Bismillahirrahman nirrahim,

Baru saja saya melewati masa-masa "tenang" dan memasuki masa-masa serius, minimal dalam karier saya di Trakindo Group nanti, pada awal November ini, saya diberikan tantangan baru, untuk bisa memberikan kontribusi dalam kaitannya dengan Home di Kebantenan.
Yah, tempat yg kami tinggalkan saat ini, harus dibeli (itupun seandainya kalo bisa dibeli oleh Management PT. Kodja Bahari), sebab walau bagaimanapun juga, demi kepentingan anak2 dan pertimbangan strategis kedepan, maka sebaiknya tempat tinggal di Kebantenan, harus dibeli. Pertanyaan nya sekarang, berapa harga jual nya...?? dan siapa yang akan membeli ...???

Dengan estimasi harga jual diatas saat ini sekitar 300 jt keatas, dan kondisi status kepemilikan yg belum jelas, dalam hal ini masih menjadi sebuah pertanyaan besar.. kenapa sejak th 1991 tidak mau dijual oleh Management PT. Kodja ...??? adalah sebuah pertanyaan besar yg harus dijawab.

Posisi saya sich netral saja, kl seandainya pun keluarga kami harus "quit" dari Kebantenan, It's OK, tapi Bagaimana dengan Emih & Empih ...?? spt apa yg ditanyakan oleh Abang.. Ach itu bisa sederhana, tapi bisa juga sulit, tergantung bagaimana kita berfikir nya saja. Point penting nya, adalah bagaimana saya menyikapi nya saja. Ini bisa menjadi sebuah Challange baru saya, seandainya kami Focus untuk membeli property ini.... apalagi, melihat Opportunity kedepan nya, hanya saja melihat "watak & habit" nya keluarga ini, maka sebaiknya posisi saya "wait and see" saja dahulu.

Kembali pada masalah awalnya, Tantangan = Challange dalam kehidupan saya, terus memberikan sebuah "kesempatan baru saya untuk bereksplorasi terhadap sebuah masalah" dan khusus terkait dengan kaitannya dengan Home di Kebantenan, That it's Life..... sekarang "kunci nya" tinggal saya "Berserah diri kepada Nya...", karena tak ada kekuatan yang dapat menghalangi, jika Dia sudah berkehendak, dan tak ada kekuatan yang bisa me wujudkan, bila Dia tak berkehendak. Kita semua, pada hakekatnya, hanya menjalankan perintah Nya saja.

Mengutip sebuah buku karya Ust. Mansyur dalam "Mencari Tuhan yang hilang", saya jadi merenung semalam, Dimana Illah saya, manakala saya dalam posisi yang "lapang" dan dimana Illah saya, manakala saya mendapatkan sebuah kondisi yang bergembira....??? jujur harus saya akui, Illah (=baca Tuhan), terkadang berubah wujud menjadi sebuah "karier yg menjanjikan", Illah terkadang berubah wujud menjadi "harta dunia", dan Illah terkadang berubah wujud menjadi "Nafsu yg buruk" manakala kita tidak selalu berada dalam Frequensi Nya.... Frequensi bisa nyambung (Tune in) terkadang, manakala kita berada dalam posisi "tertekan didalam kesulitan", Frequensi sedang Tune In, manakala kita dalam posisi yang "menderita" dan tertekan didalam kehidupan. Seperti apa yang dikatakan Nya didalam Al Qur'an....

Bagaimana setiap saat selalu berada dalam frequensi yg sesuai dengan Nya, merupakan sebuah tantangan hidup yang jauh lebih besar dari apa-pun juga didalam kehidupan ini, dan mencapai kondisi seperti itu, layaknya bisa disebut : Sebuah NIKMAT & ANUGRAH yang tak terkira. Dalam kondisi apa-pun juga, dalam posisi apa-pun juga, dengan memegang amanah apa-pun juga, maka posisi dasarnya seharusnya adalah "Berada dalam Frequensi Nya" merupakan sebuah tujuan... dalam rangka mencari Ridha Nya, nanti... amiiin.

Pasangan hidup, harta, anak-anak kita, dan kebahagian dalam hidup ini semua, adalah sebuah "lahan ujian" dalam kehidupan, agar kita bisa selalu ingat dan sadar, akan tujuan kehidupan sesungguhnya, dan kalaupun kita diberikan sebuah "rasa nikmat" didalam proses nya, pada dasarnya, adalah sebuah fragmen, dimana kita diuji... Apakah kita bersyukur...???

Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Mu, dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepada kedua orang tua ku, dan jadikan kami orang-orang yang bisa ber amal sholeh yang di Ridhoi Mu ya Allah... amin.

Semoga, do'a yang sering saya baca ini, menjadi dasar tindakan saya didalam proses kehidupan yang fana ini, menjadi dasar dalam berfikir saya, bahwa pada hakekatnya, apa yang saya terima, harus saya syukuri, harus saya rasakan dengan Nikmat & anugrah yang luar bisa, karena, apa yang saya terima saat ini .... adalah Anugrah terindah......

Wassalam,
RM

Selasa, 21 Oktober 2008

Time is Change (Sejarah Berubah)

Bismillahirrohman nirrohim,

Diakhir 2008 ini, banyak kejadian-kejadian yang memperlihatkan kepada kita ttg "adanya sebuah perubahan" yang sangat dramastis, diawali dengan "perubahan dari sudut pandang materialistik" dimana itu dapat dilihat dari hancurnya Kapitalisasi besar di Dunia, dan momentumnya terjadi saat Lechman Brothers, sebuah Perusahaan Amerika yg sdh memiliki reputasi 100 tahun lebih dalam bidang Investasi, harus BANGKRUT.

Sektor Financial saat ini, berlari begitu cepat meninggalkan sector real (yg justru menjadi andalan kaum menengah bawah), piramida ekonomi sedang "mencairkan ujung kawah candradimuka nya" walaupun senat & pemerintahan Amerika sdh setuju "Menyiapkan 700 Milyar Dollar untuk menutup, bila diperlukan".

Apa yang bisa kita lihat disini ....??? sebuah akhir dari sebuah paham yang "materialistis semu...??" atau awal dari sebuah "Realitas ke-beragaman kehidupan", yang pada akhirnya harus diakui...kembali kepada dasar-dasar kehidupan (baca Fitrah) manusia. Dalam Abad keterbukaan saat ini, kejadian yg muncul dibelahan Dunia, sekejap akan bisa di akses oleh seluruh umat manusia, dalam waktu yg bersamaan, perasaan yg muncul dari sebuah komunitas "terkecil" di ujung sebuah benua, akan dapat "di rasa kan secara bersama oleh komunitas dunia maya lainnya di seluruh Dunia", itu adalah sebuah kenyataan yg harus sudah bisa diterima.

Di masa krisis ekonomi di Indonesia, 10 th yg lalu, puluhan Bank2 konvensional harus rela terkubur didalam sejarah, dan waktu yg membuktikan, dengan lahir nya Bank2 Syariah di Indonesia, lalu apakah Krisis Financial di Dunia (yg ber muara di USA), akan menghasilkan momentum dan cara yg sama, dengan apa yg terjadi di sini...??? Wa LLahu A'lam.

Kalau itu sampai terjadi, maka ini adalah awal sebuah momentum...dimana manusia memang harus kembali "tersadarkan" akan perlunya memahami sebuah "PRINSIP HIDUP" daripada hanya sekedar memahami sebuah "VALUE HIDUP", karena kedua nya, terlihat tampak sama, namun memiliki karakter & pemahaman yg berbeda, dari sudut ASAL nya.

Prinsip adalah KEKAL... sementara VALUE relatif. Terkadang, agak sulit manakala kita sering memahami sebuah Value, yang sudah dianggap sebagai sebuah prinsip, sebagai contoh : Hukum Newton, berprinsip pada sebuah parameter yg statis... Prinsip Hukumnya sangat kekal, namun karena berpatokan pada parameter2 yg relatif, maka sebenarnya Hukum ini tidak memiliki Prinsip (krn berubah-ubah). Dengan demikian, seandainya pun dalam Hukum Newton terdapat beberapa prinsip, maka prinsip didalam nya merupakan bagian yg sangat relatif, dengan kata lain ia tidak memiliki prinsip, hanya memiliki Value (nilai) saja.

Lalu dimanakah kita harus belajar sebuah PRINSIP, hanya ada 3 serangkai kata, yang bisa menjadi benang merah nya sebuah PRINSIP, yaitu :

1. KHOLIK (Sang Pencipta, Tuhan YME)
2. MAKHLUK (Alam semesta, Ciptaan Kholik)
3. AKHLAK (Sifat & Karakter dari Makhluk)

Ke tiga2 nya memiliki dasar2 yang kuat dalam membentuk sebuah Prinsip, dengan demikian, manakala ada sebuah Prinsip, yang tidak terkandung didalamnya ke 3 unsur itu, maka Prinsip yang dianut, masih berupa sebuah Value.

Salam,
Rois M

Selasa, 14 Oktober 2008

Tugas Baru di Syawal 1429 H

Bismillahirrohman nirrohim,
Alhamdulillah saat ini saya & keluarga dalam kondisi sehat2 dan dalam lindunganNya, amin.
Di Syawal ini, Insya Allah saya mendapatkan amanah baru, untuk bergabung dengan TMT Group, (orang lebih mengenal dg nama Trakindo Utama), untuk diajak joint untuk mengembangkan Brand Mercedez Benz, khususnya dengan Heavy Duty Truck nya, sebuah tugas yang menantang & memberikan cakrawala baru saya dalam menjalankan kehidupan ini, khususnya dengan karier saya, karena beberapa hal :

1. TMT Group adalah sebuah Perusahaan yang bonafide, dalam hal reputasi yang dimilikinya, karena track record nya dapat dilihat, walaupun bukan Public Company, tapi Management Development (dlm hal perkembangan bisnis nya) tidak bisa dipandang sebelah mata.
2. Mercedez Benz merupakan Brand yg sudah terkenal, dan terkesan Premium Brand, sementara market share nya di Asia, khususnya di Indonesia masih kecil.
3. Usia saya menjelang 40 th, sebab life begin at 40th, kata orang, saya membutuhkan media, dimana saya bisa berkontribusi secara optimal, baik dalam hal Spiritual, Emosional, Financial, Fisikal, Sosial & Family, keputusan saya mengambil tugas ini, ibarat menancapkan titik pondasi awal (kl menurut P' Asep = "titik balik" kehidupan karier saya).
4. Anak2 saya semakin tumbuh dan bisa melihat "contoh" dari Ayah nya, untuk menjadi raw model dalam perkembangan dia dalam memasuki masa remaja nya.
5. Keluarga saya memerlukan "nahkoda" dalam menentukan arah perjalanan keluarga kami.
6. Saya membutuhkan pijakan yg kuat & kokoh.

Khusus untuk pegangan saya, hanya satu kalimat pendek, dalam mempersiapkan kedepan, yaitu Leadership...., karena managerial skill ibarat menghitung berapa biji, yang terdapat dalam sebuah apel, Insya Allah itu mudah, tapi Leadership skill ibarat menghitung berapa buah apel yang akan tumbuk dari sebutir biji apel.

Dengan mengucap Subhanallah, wal hamdulillah, wala illaha illa LLAH... Allahu Akbar. Insya Allah, saya akan menerima amanah ini dengan sebaik-baiknya... Amin.

Khusus untuk anak-anakku..Ayah hanya bisa berpesan, bahwa kesulitan dan kemudahan hidup, kesedihan & kegembiraan hidup, kesakitan & kenikmatan hidup... itu semua hanyalah sebuah "Ujian peran" yang harus kita mainkan..."Kehidupan itu sendiri pada hakekatnya adalah sebuah permainan & Sandiwara" dan Kehidupan sesungguhnya terjadi saat kita Go Home....nanti.

Sekarang, Papah memainkan peran baru, Papah menerima peran baru seorang Ayah yang sebentar lagi memiliki amanah seorang gadis yang memasuki masa remaja, sebentar lagi Papah memainkan peran seorang "pelindung bagi sebagian besar" orang2 yg membutuhkan perlindungan, sebentar lagi papah memainkan peran seorang Manager sesungguhnya... yang harus bisa me-manage waktu sebaik baiknya.

Doa' kan Papah, bisa mengemban amanah tsb dengan baik.

Semoga kalian bisa membaca pesan ini, kapan pun kalian membaca nya.

Semoga, kalian semua menjadi anak2 yang Sholeh... yg bisa berbakti untuk Ummat...
Salam,
Rois M

Jumat, 26 September 2008

Berkah di Ramadhan 1429 H

Bismillah-hirrohman-nirrohim,
Ajakan Si Senguin Sayyid terasa menyebalkan pada awalnya, walaupun ajakan tersebut sebenarnya sudah saya rencanakan juga pada awal Ramadhan ini, i'tikaf.

Mungkin karena begitu melelahkannya tugas rutin hari itu (20 Ramadhan 1429 H), sehingga mengakibatkan saya terlelap sehabis berbuka puasa, sementara ajakan Sayyid untuk i'tikaf malam itu, terasa begitu sangat mengganggu nya.. tepat disamping pembaringan saya. sekitar jam 10 malam, saya terbangun dan sedikit meneguk segelas air putih, terhentak kesadaranku kembali pulih, untuk kembali mengingat sebuah "Ajakan mulia anak-ku Sayyid" untuk i'tikaf malam ini, apalagi ini memang malam ke 21, awal 10 malam akhir Ramadhan 1429 H.

Kembali saya masuk ke kamar, untuk mengajak Sayyid untuk i'tikaf, dan terlihatlah betapa gembira nya dia setelah sadar bhw papahnya ternyata setuju untuk i'tikaf malam ini, tepat jam 10 malam saya & Sayyid pergi ke mesjid Astra, untuk memulai sebuah I'tikaf di Ramadhan 1428 H tahun ini. Alhamdulillah, saya memiliki anak Sholeh, yg bisa mengingatkan kembali betapa Indahnya sebuah I'tikaf dilakukan...

Malam pertama i'tikaf, sang Ustadz memberikan ceramah yg bagus, yg menceritakan sebuah Hadist, yg diriwayatkan oleh Umar ra, tentang adanya 6 hal yg dirahasiakan oleh Allah swt didalam 6 hal, yaitu :

1. Allah merahasiakan Ridha Nya didalam setiap ibadah hamba kepada Nya
2. Allah merahasiakan Murka Nya didalam setiap maksiat hamba kepada Nya
3. Allah merahasiakan Kematian didalam perjalanan umur setiap hamba Nya
4. Allah merahasiakan Lailatul Qadr didalam 10 hari terakhir Ramadhan
5. Allah merahasiakan ...(lupa saya..)
6. Allah merahasiakan Wali (kekasih) Nya didalam setiap umat manusia pd jaman nya

Lailatul Qadr, termasuk dalam 6 hal yang Allah Rahasiakan, didalam 10 hari terakhir Ramadhan... Subhanallah, 10 Hari saja...dari 350 hari dalam 1 tahun... suatu yg terkadang kita lalai dalam mengisi & menjalani nya...padahal didalam 10 hari tersebut, terdapat suatu malam, yang nilainya jauh lebih baik dari seluruh total waktu kehidupan yang kita jalani.... (+/- 83 th).
Allahuma Inni Nas'aluka Ridho'ka wal Jannah wanauudzubuka min shohatika wan -naar, Ya Allah masukan kami kedalam Ridho & Surga Mu... dan hindari kami dari Murka & Neraka Mu...

Ini adalah berkah kami, di Ramadhan ini, dimana I'tikaf adalah sesuatu keindahan yang kami cari, khususnya saya & Sayyid, dan ini buat saya sudah lebih dari cukup, untuk bisa menerima kenyataan bahwa kami, mencintai Ramadhan kali ini.

Anak-anaku, papah bersyukur, do'a papah terkabul, dimana papah sering berdoa :
Robbana hablana min azjwajina wa dhuriyatina qurro'ta' ay-yun, wa jaal na muttaqi-na Imma-ma. (Ya Allah, jadikanlah pasangan hidup saya, anak anak keturunan saya sebagai sebuah "kesejukan didalam mata hati kami" dan jadikan kami Pemimpin orang2 yg bertaqwa).

Kalaupun seandainya di 10 hari terakhir Ramadhan kali ini, saya di Interview oleh 2 Perusahaan besar (PT.SIS & Group Trakindo Utama), maka mungkin ini sebuah buah dari berkah dari sebuah harapan yang jauh lebih besar, yaitu Ridho Mu ya Allah....Amiin.