Bismillahirrohmaanirrohim,
Judul diatas, terkesan menakutkan bagi semua orang..namun bagi saya ini sebuah tantangan...untuk mewujudkan sebuah "pencarian jati diri" khususnya untuk saya secara pribadi.
Saat ini, banyak buku yg membahas ttg kematian, dari sudut pandang sebuah kepastian yg memang harus kita terima, maka Kematian adalah teman dekat, sedekat urat leher kita sendiri.
Menjadi sebuah perdebatan manakala kita belum siap menerima kenyataan bahwa kematian harus menjemput kita sesegera mungkin.
Pertanyaan nya, Apakah kita tahu kapan teman dekat kita akan datang menemui kita...?? Itulah Rahasia yang sampai saat ini dipegang Dia, sang Maha Penguasa Alam semesta. Kematian ibarat sebuah proses perpindahan alam...
Sebuah pintu, dari sebuah perjalanan pindah ke "ruang lain" itulah kenapa, setiap malam..kita diminta untuk berharap agar kematian kita, adalah proses rutin yg di syukuri.."Dengan Asma Mu, saya Hidup dan Mati" dan proses itu harus di syukuri... Manakala dipagi hari..
Kita diberi Anugrah untuk kembali hidup, untuk sementara.
Dimana letak cinta pada kematian diperlukan?..manakala kita terkadang lupa, bahwa detik demi detik yg kita lalui, sebenarnya adalah proses kematian kita semakin dekat...kita benci ataupun kita cintai, dia tetap semakin mendekat...
Pilihan hanya 2, membenci atau mencintai.
Saya memilih mencintai, agar dia bersedia menyambutnya dengan tangan terbuka..dan kita menanti nya dengan Bahagia...
Bukankah Sang pemegang kunci Ilmu (Ali RA) sering berkata...orang yg paling pandai, adalah orang yg selalu ingat akan mati...Oh, alangkah merugi nya kita semua, manakala nanti di suatu masa, kita mengatakan "alangkah baik nya kita, seandainya kita hanya sebagai tanah kering yg tak berguna..."
Semoga, dengan mencintai kematian, kehidupan kita akan penuh dengan makna2 yang lebih mendalam, agar hidup jauh lebih berkah...amiiiin.
Salam, RM
Kamis, 03 Maret 2011
Rabu, 02 Maret 2011
Waktu dan Momentum
Bismillahirrohmanirrohim,
Kalau ingat rumus Momentum : F x delta (t) : M x V
Dimana terlihat bahwa faktor Gaya (F) dan Massa (M) yang cenderung di kali / dipengaruhi sekali dengan waktu dan kecepatan (gerak/ waktu), maka sangat jelas disitu, peran Waktu sebagai bagian penting dari sebuah Momentum.
Perjalanan hidup kita, ibarat akumulasi dari momen-momen tak terhingga yg tidak dimanfaatkan sesuai dengan kapasitas dan Potensi yang ada, sehingga momen2 tersebut lenyap begitu saja / mengalir Energy nya kepada sesuatu yg kurang terarah.
Setelah 40 th perjalanan hidup saya, saya menyadari kekuatan sebuah Momen, ditentukan dg cara kita berfikir, itu inti nya. Set up Goal dan tujuan yang jelas adalah tujuan nya, yang pada akhirnya setiap Momen ibarat Energy yg tersimpan, untuk siap di LEDAK kan.
Demi waktu...oh, saya telah banyak mengalami kerugian...manakala Kebenaran dan Sabar, tidak menjadi teman sejati.
Salam,
Kalau ingat rumus Momentum : F x delta (t) : M x V
Dimana terlihat bahwa faktor Gaya (F) dan Massa (M) yang cenderung di kali / dipengaruhi sekali dengan waktu dan kecepatan (gerak/ waktu), maka sangat jelas disitu, peran Waktu sebagai bagian penting dari sebuah Momentum.
Perjalanan hidup kita, ibarat akumulasi dari momen-momen tak terhingga yg tidak dimanfaatkan sesuai dengan kapasitas dan Potensi yang ada, sehingga momen2 tersebut lenyap begitu saja / mengalir Energy nya kepada sesuatu yg kurang terarah.
Setelah 40 th perjalanan hidup saya, saya menyadari kekuatan sebuah Momen, ditentukan dg cara kita berfikir, itu inti nya. Set up Goal dan tujuan yang jelas adalah tujuan nya, yang pada akhirnya setiap Momen ibarat Energy yg tersimpan, untuk siap di LEDAK kan.
Demi waktu...oh, saya telah banyak mengalami kerugian...manakala Kebenaran dan Sabar, tidak menjadi teman sejati.
Salam,
Senin, 28 Februari 2011
Diperlukan Jalan Baru, untuk sebuah Terobosan
Bismillahirrohmanirrohim,
Hampir beberapa bulan ini saya mencoba mencari jalan2 baru untuk mencapai perjalanan dari rumah ke kantor, yang menghasilka jarak tempuh tercepat dengan jarak perjalanan terpendek, dengan tingkat kemacetan terendah (effisien bahan bakar).
Alhamdulillah, saya bisa menemukannya, setelah mencoba beberapa alternatif yang terus menerus kami lakukan. Kunci nya menghindari jalan2 yang rawan traffic Jam, khususnya di jam2 sibuk saat pagi berangkat dan jam pulang kantor.
Kemacetan pertama adalah di Semper Barat menuju pelumpang, saya mencoba mengambil alternatif jalan memutar melewati Bogasari & depan Pelabuhan, Alhamdulillah lancar, dan menghemat beberapa menit perjalanan. Kemacetan kedua di Cawang menuju Jalan Otista, saya mencoba mengambil alternatif melewati Putaran Kalimalang, dan memotong jalur di Bidara Cina menuju Otista, ini juga bisa menghemat waktu sekitar 10-15 menit. Yang terakhir adalah jalan pintas memotong jalur Pertigaan Makam Kalibata, yang akhirnya saya temukan jalur memotorngnya lewat Jalan Rajawali Barat, tembus di samping makam Pahlawan Kalibata. Total Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam (melebihi batas waktu jika saya harus melewati jalur Tol JORR -yg macet nya di Pasar Minggu - Wr Buncit, bisa 1/2 Jam sendiri + Biaya Tol dan bahan bakar yg harus memutar).
3 jalur Macet yang akhirnya ketemu jalan pintas nya adalah sebuah awal pola berfikir saya tentang "Masalah", dimana setiap orang terkadang hanya melakukan sebuah "Perjalanan tanpa analisa", dan akhirnya menemukan "Jalan terbaik". Sebuah proses penemuan dan perbaikan terus menerus dari sebuah aktifitas keseharian.
Kunci dari semua itu adalah CARA menemukan jalan baru / Alternatif keluar dari "Masalah Rutin yang dihadapi", yaitu dengan melihat nya dari Kaca Mata yang lebih besar (Mata seekor burung Rajawali), yang melihat dari Cakrawala yang lebih luas, agar sudut pandang kita bisa lebih menyeluruh dan view lebih UTUH. Dengan demikian kita bisa keluar dari rutinitas dan tidak terjebak dengan aktifitas yg menyandera kehidupan kita.
Demikian juga hal nya HIDUP...bukankah Hari ini harus lebih baik dari Hari Kemarin, dan Hari Esok harus lebih baik dari hari ini... adalah sebuah keharusan dan Prinsip perjuangan Hidup kita ...!!!
Anak2 ku... ambil Hikmah dari Pelajaran Papah ini.
Salam,
Rois M
Hampir beberapa bulan ini saya mencoba mencari jalan2 baru untuk mencapai perjalanan dari rumah ke kantor, yang menghasilka jarak tempuh tercepat dengan jarak perjalanan terpendek, dengan tingkat kemacetan terendah (effisien bahan bakar).
Alhamdulillah, saya bisa menemukannya, setelah mencoba beberapa alternatif yang terus menerus kami lakukan. Kunci nya menghindari jalan2 yang rawan traffic Jam, khususnya di jam2 sibuk saat pagi berangkat dan jam pulang kantor.
Kemacetan pertama adalah di Semper Barat menuju pelumpang, saya mencoba mengambil alternatif jalan memutar melewati Bogasari & depan Pelabuhan, Alhamdulillah lancar, dan menghemat beberapa menit perjalanan. Kemacetan kedua di Cawang menuju Jalan Otista, saya mencoba mengambil alternatif melewati Putaran Kalimalang, dan memotong jalur di Bidara Cina menuju Otista, ini juga bisa menghemat waktu sekitar 10-15 menit. Yang terakhir adalah jalan pintas memotong jalur Pertigaan Makam Kalibata, yang akhirnya saya temukan jalur memotorngnya lewat Jalan Rajawali Barat, tembus di samping makam Pahlawan Kalibata. Total Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam (melebihi batas waktu jika saya harus melewati jalur Tol JORR -yg macet nya di Pasar Minggu - Wr Buncit, bisa 1/2 Jam sendiri + Biaya Tol dan bahan bakar yg harus memutar).
3 jalur Macet yang akhirnya ketemu jalan pintas nya adalah sebuah awal pola berfikir saya tentang "Masalah", dimana setiap orang terkadang hanya melakukan sebuah "Perjalanan tanpa analisa", dan akhirnya menemukan "Jalan terbaik". Sebuah proses penemuan dan perbaikan terus menerus dari sebuah aktifitas keseharian.
Kunci dari semua itu adalah CARA menemukan jalan baru / Alternatif keluar dari "Masalah Rutin yang dihadapi", yaitu dengan melihat nya dari Kaca Mata yang lebih besar (Mata seekor burung Rajawali), yang melihat dari Cakrawala yang lebih luas, agar sudut pandang kita bisa lebih menyeluruh dan view lebih UTUH. Dengan demikian kita bisa keluar dari rutinitas dan tidak terjebak dengan aktifitas yg menyandera kehidupan kita.
Demikian juga hal nya HIDUP...bukankah Hari ini harus lebih baik dari Hari Kemarin, dan Hari Esok harus lebih baik dari hari ini... adalah sebuah keharusan dan Prinsip perjuangan Hidup kita ...!!!
Anak2 ku... ambil Hikmah dari Pelajaran Papah ini.
Salam,
Rois M
Jumat, 25 Februari 2011
Pendidikan Anak-Anak ku
Bismillahirrohman nirrohim,
Dunia pendidikan saat ini penuh dg dinamika dan perubahan yg cepat, secepat teknologi informasi memperkenalkan diri nya, namun pembangunan watak dan karakter seseorang terkait dg pendidikan nya, merupakan suatu hal yg sangat mendasar untuk di berikan.
Anak2 ku berkembang dalam dunia nya masing2, ditemani dg lingkungan sosial dimana mereka berada, rasa2 nya patut saya bersyukur, karena mereka (menurut hemat saya) berada di lingkungan yg relatif baik. Dari Arika yg saat ini berada dalam lingkungan SMA terbaik ke 2 di Jakarta Utara. Sayyid berada di lingkungan Pesantren Sahid International, dg teman2 yg orang tua nya saya kenal. Adalah tempat kawah candradimuka terbaik yg saya tahu.
Adapun Aisyah Putri dan Sulthan, saat ini mereka bergaul dg teman2 sebaya mereka, dengan tingkat sosial yg relatif lebih rendah, memungkinkan mereka bersosialisasi dg pear mereka. Insya Allah pendidikan dasar Keluarga yg kami tanamkan, akan jauh lebih bermanfaat dalam proses pendidikan selanjutnya nanti. Seorang ayah ibarat sebuah busur, yg melemparkan anak panah kehidupan, yg berbeda dg apa yg ayah mereka alami...
Dengan berucap Bismillahirrohmaannirrohim, saya berniat mempersiapkan mereka, menjadi khalifah terbaik untuk jaman nya....
Insya Allah, kami sebagai orang tua hanya bisa berdoa dan berjuang mempersiapkan amanahMu...sesuai dg aturan yang Engkau tetapkan.
Sebuah proses panjang, yg memerlukan kesabaran dan ketulusan hati sepenuhnya..amin.
Salam,
Dunia pendidikan saat ini penuh dg dinamika dan perubahan yg cepat, secepat teknologi informasi memperkenalkan diri nya, namun pembangunan watak dan karakter seseorang terkait dg pendidikan nya, merupakan suatu hal yg sangat mendasar untuk di berikan.
Anak2 ku berkembang dalam dunia nya masing2, ditemani dg lingkungan sosial dimana mereka berada, rasa2 nya patut saya bersyukur, karena mereka (menurut hemat saya) berada di lingkungan yg relatif baik. Dari Arika yg saat ini berada dalam lingkungan SMA terbaik ke 2 di Jakarta Utara. Sayyid berada di lingkungan Pesantren Sahid International, dg teman2 yg orang tua nya saya kenal. Adalah tempat kawah candradimuka terbaik yg saya tahu.
Adapun Aisyah Putri dan Sulthan, saat ini mereka bergaul dg teman2 sebaya mereka, dengan tingkat sosial yg relatif lebih rendah, memungkinkan mereka bersosialisasi dg pear mereka. Insya Allah pendidikan dasar Keluarga yg kami tanamkan, akan jauh lebih bermanfaat dalam proses pendidikan selanjutnya nanti. Seorang ayah ibarat sebuah busur, yg melemparkan anak panah kehidupan, yg berbeda dg apa yg ayah mereka alami...
Dengan berucap Bismillahirrohmaannirrohim, saya berniat mempersiapkan mereka, menjadi khalifah terbaik untuk jaman nya....
Insya Allah, kami sebagai orang tua hanya bisa berdoa dan berjuang mempersiapkan amanahMu...sesuai dg aturan yang Engkau tetapkan.
Sebuah proses panjang, yg memerlukan kesabaran dan ketulusan hati sepenuhnya..amin.
Salam,
Kamis, 17 Februari 2011
Bumbu & Garam dalam Sayuran Keluarga.
Bismillahirrohmaanirrohim,
Kalau pertengkaran dan salah faham dalam hubungan suami istri sering diibaratkan dengan Bumbu kehidupan sepasang manusia, maka sudah selayaknya pertengkaran dan salah paham, dalam sebuah komunitas keluarga bisa diibaratkan Bumbu & Garamnya Kehidupan bersosial dilingkungan keluarga kecil kita.
Pasti ada salah faham, pasti ada perbedaan pendapat..karena disitulah Rahmat (Kasih Sayang) Tuhan bisa dilihat, dengan perbedaan segala sesuatu akan terlihat lebih dinamis, saling menguatkan. Ibarat membentuk bangunan Masjid yang akan muncul adalah Masjid bla bla..bukan Pasir ..batu...Semen...
Kalaupun setelah direnungkan lebih dalam ttg konteks nya dengan kasus kake, sebenarnya aku ingin mengajak saudara2 ku pada jalan yang benar, berat memang mengikuti jalan itu..tapi itu lebih baik daripada kita mengikutkan hawa nafsu kita sendiri..
Biarlah waktu yang akan menjawab.
"Hanya sedikit orang yg mengikuti jalan itu...(Al Waqiah)"
Salam, Rois M
Kalau pertengkaran dan salah faham dalam hubungan suami istri sering diibaratkan dengan Bumbu kehidupan sepasang manusia, maka sudah selayaknya pertengkaran dan salah paham, dalam sebuah komunitas keluarga bisa diibaratkan Bumbu & Garamnya Kehidupan bersosial dilingkungan keluarga kecil kita.
Pasti ada salah faham, pasti ada perbedaan pendapat..karena disitulah Rahmat (Kasih Sayang) Tuhan bisa dilihat, dengan perbedaan segala sesuatu akan terlihat lebih dinamis, saling menguatkan. Ibarat membentuk bangunan Masjid yang akan muncul adalah Masjid bla bla..bukan Pasir ..batu...Semen...
Kalaupun setelah direnungkan lebih dalam ttg konteks nya dengan kasus kake, sebenarnya aku ingin mengajak saudara2 ku pada jalan yang benar, berat memang mengikuti jalan itu..tapi itu lebih baik daripada kita mengikutkan hawa nafsu kita sendiri..
Biarlah waktu yang akan menjawab.
"Hanya sedikit orang yg mengikuti jalan itu...(Al Waqiah)"
Salam, Rois M
Jumat, 11 Februari 2011
Ujian Kake di Ruang ICU RS MH Thamrin
Bismillahirrohmannirrohim,
Ini ujian keluarga Santy yang cukup berat, bukan hanya dari sisi financial, fisik, namun juga secara emosional. Karena keluarga kami tidak menemukan kata sepakat atas apa yang harus kami lakukan thdp kakek.
Anak2 kake masih bersikukuh thdp kesembuhan kakek, malah tadi pagi setelah bicara dg aa dan emih, sudah menyinggung ttg pembedahan / operasi. Sebuah paradigma yang belum sesuai dengan pikiran sadarku.
Kejadian ini, buat saya juga pelajaran pertama, yg Insya Allah memberi Hikmah besar bagi kami semua, minimal memahaminya dari sudut padang kehidupan dan permasalahannya.
Dewi masih bersikukuh dg kemampuan finance yg dia akan / harus keluarkan...aa yanto juga berfikir dari sudut pandang dokter yg menangani kakek, Wiwit mungkin ikut dewi, sementara ewin ikut kata dewi. Saya mencoba berdiri sendiri..dengan sudut pandang yg berbeda.
"Kematian bukanlah perpisahan antara Ruh dan badan, namun kematian adalah jiwa dan ruh yang tidak memberi manfaat, minimal untuk dirinya sendiri"..sebaliknya, Kehidupan adalah menghidupi..sebuah kegiatan yang tidak memberi kehidupan, adalah kematian.
Dari apa yg terjadi dengan Kake, saya jadi teringat pesan Almarhum Ayahanda tercinta Alm.H.Kasiran Ahmad Syukri, yang telah meninggalkan kami 11 tahun lalu, dia sering menset up Goal akhir hidupnya, untuk tidak menyusahkan orang lain.
Dia meninggal setelah seharian berpergian bersama kami, sholat Isya dengan Sayyid...Setelah subuh, Upup menelpon kl Ayahanda telah pergi..Innalillah wa inna illaihi rojiun. Sebuah pesan perjalanan yang sangat berkesan untuk kami semua, dimana seseorang harus menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.
Almarhum telah tuntas menyelesaikan semua amanah2 yang diberikan kepada nya, saya sebagai salah satu amanah itu, Insya Allah berjanji untuk meneruskan semua amanah yg belum selesai di emban nya..alhamdulillah, adik2 kami semua saat ini sudah berkeluarga, dan kembali ke jalan yg benar.
Untuk kasus kakek, saya melihat masih ada PR yg harus diselesaikan dahulu, khususnya terkait dengan cita2 dan harapan kakek...untuk tujuan dunia, saya melihatnya tidak begitu penting, karena itu memang bukan yg utama. Saya melihat dari sudut pandang anak2 dan keturunan kakek, yg sampai saat ini belum terlihat, dari sisi Leadership.
Masing2 anak2 kakek masih berkutat pada masalah nya sendiri. Kepemimpinan (jika seandainya kakek pergi) anak nya belum terlihat. Semoga ini jadi moment terbaik bagi anak2 nya untuk do something...
Saya ingin, ada yg muncul...
Dalam renungan di depan ruang ICU RS Husni Thamrin,
Salam,
Ini ujian keluarga Santy yang cukup berat, bukan hanya dari sisi financial, fisik, namun juga secara emosional. Karena keluarga kami tidak menemukan kata sepakat atas apa yang harus kami lakukan thdp kakek.
Anak2 kake masih bersikukuh thdp kesembuhan kakek, malah tadi pagi setelah bicara dg aa dan emih, sudah menyinggung ttg pembedahan / operasi. Sebuah paradigma yang belum sesuai dengan pikiran sadarku.
Kejadian ini, buat saya juga pelajaran pertama, yg Insya Allah memberi Hikmah besar bagi kami semua, minimal memahaminya dari sudut padang kehidupan dan permasalahannya.
Dewi masih bersikukuh dg kemampuan finance yg dia akan / harus keluarkan...aa yanto juga berfikir dari sudut pandang dokter yg menangani kakek, Wiwit mungkin ikut dewi, sementara ewin ikut kata dewi. Saya mencoba berdiri sendiri..dengan sudut pandang yg berbeda.
"Kematian bukanlah perpisahan antara Ruh dan badan, namun kematian adalah jiwa dan ruh yang tidak memberi manfaat, minimal untuk dirinya sendiri"..sebaliknya, Kehidupan adalah menghidupi..sebuah kegiatan yang tidak memberi kehidupan, adalah kematian.
Dari apa yg terjadi dengan Kake, saya jadi teringat pesan Almarhum Ayahanda tercinta Alm.H.Kasiran Ahmad Syukri, yang telah meninggalkan kami 11 tahun lalu, dia sering menset up Goal akhir hidupnya, untuk tidak menyusahkan orang lain.
Dia meninggal setelah seharian berpergian bersama kami, sholat Isya dengan Sayyid...Setelah subuh, Upup menelpon kl Ayahanda telah pergi..Innalillah wa inna illaihi rojiun. Sebuah pesan perjalanan yang sangat berkesan untuk kami semua, dimana seseorang harus menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.
Almarhum telah tuntas menyelesaikan semua amanah2 yang diberikan kepada nya, saya sebagai salah satu amanah itu, Insya Allah berjanji untuk meneruskan semua amanah yg belum selesai di emban nya..alhamdulillah, adik2 kami semua saat ini sudah berkeluarga, dan kembali ke jalan yg benar.
Untuk kasus kakek, saya melihat masih ada PR yg harus diselesaikan dahulu, khususnya terkait dengan cita2 dan harapan kakek...untuk tujuan dunia, saya melihatnya tidak begitu penting, karena itu memang bukan yg utama. Saya melihat dari sudut pandang anak2 dan keturunan kakek, yg sampai saat ini belum terlihat, dari sisi Leadership.
Masing2 anak2 kakek masih berkutat pada masalah nya sendiri. Kepemimpinan (jika seandainya kakek pergi) anak nya belum terlihat. Semoga ini jadi moment terbaik bagi anak2 nya untuk do something...
Saya ingin, ada yg muncul...
Dalam renungan di depan ruang ICU RS Husni Thamrin,
Salam,
Sabtu, 05 Februari 2011
Ujian Sakit di Kota besar seperti Jakarta
Bismillahirrohman nirrohim,
Ini adalah tepat 8 Rumah sakit, yang di kunjungi Kakek, Silaturrahmi yang cukup intensif dalam 2 bulan terakhir ini, dari RS BPP, RS Aini Kuningan, RS Bogor, RS PMI Bogor, RS PMC Priok,RSCM, dan terakhir terkapar di RS M Husni Thamrin.
Semua memiliki peran nya masing2, dan saya hanya bilang 1 kata : SUPRISE.
Dalam sepenggal perjalanan hidup nya, kami belajar banyak dari Hikmah sakit nya Kakek, yang paling utama adalah persiapan. Karena ternyata untuk melakukan sesuatu, kita butuh persiapan. Baik persiapan non fisik maupun persiapan fisik. Non fisik meliputi konsep Ruh dan mental serta jiwa.
Persiapan fisik melingkupi Finance dan badan. Semua saling terkait.
Untuk mencari ruang ICU di Rumah sakit di kota besar seperti Jakarta, ibarat mencari sebutir gandum di genggaman.
Ini adalah tepat 8 Rumah sakit, yang di kunjungi Kakek, Silaturrahmi yang cukup intensif dalam 2 bulan terakhir ini, dari RS BPP, RS Aini Kuningan, RS Bogor, RS PMI Bogor, RS PMC Priok,RSCM, dan terakhir terkapar di RS M Husni Thamrin.
Semua memiliki peran nya masing2, dan saya hanya bilang 1 kata : SUPRISE.
Dalam sepenggal perjalanan hidup nya, kami belajar banyak dari Hikmah sakit nya Kakek, yang paling utama adalah persiapan. Karena ternyata untuk melakukan sesuatu, kita butuh persiapan. Baik persiapan non fisik maupun persiapan fisik. Non fisik meliputi konsep Ruh dan mental serta jiwa.
Persiapan fisik melingkupi Finance dan badan. Semua saling terkait.
Untuk mencari ruang ICU di Rumah sakit di kota besar seperti Jakarta, ibarat mencari sebutir gandum di genggaman.
Langganan:
Postingan (Atom)